~~~BALAI PENYULUHAN PERTANIAN (BPP) MODEL DI KABUPATEN SUMEDANG~~~

BPP TANJUNGSARI

Merupakan Salah Satu Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Model di Kabupaten Sumedang

LABORATORIUM LAPANG PENYULUH

Sarana bagi para penyuluh untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penguasaan teknologi pertanian yang akan disuluhkan pada petani binaan

KOMODITAS PADI SAWAH

Merupakan komoditas tanaman pangan yang paling dominan diusahakan oleh para petani di wilayah kerja BPP Tanjungsari

KOMODITAS KUBIS/KOL

Merupakan salah satu komoditas unggulan yang diusahakan oleh petani di wilayah BPP Tanjungsari

KOMODITAS TOMAT

Komoditas tomat banyak diusahakan oleh para petani di wilayah BPP Tanjungsari dengan sistem Mulsa Plastik Hitam Perak

KOMODITAS JAGUNG PIPILAN

Banyak ditanam untuk dijadikan bahan pakan ternak, terutama ternak sapi perah

KOMODITAS KOPI ARABIKA

Komoditas kopi arabika merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sedang dikembangkan oleh para petani di lahan kehutanan

KEGIATAN PELATIHAN PENYULUHAN PERTANIAN

Kegiatan rutin pelatihan penyuluh dengan narasumber dari BKp4K Sumedang

Tampilkan postingan dengan label Informasi Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi Pertanian. Tampilkan semua postingan

Pembangunan Saluran Irigasi di Desa Mekarsari

Kegiatan usahatani padi sawah sangat tergantung pada ketersediaan air irigasi untuk mengairi lahan sawah terutama disaat musim kemarau. Selain ketersediaan air, sarana dan prasarana irigasi yang memadai sangat diperlukan guna dapat mengalirkan air irigasi ke lahan sawah sehingga air dapat digunakan secara efektif dan efisien.

Kondisi cuaca yang ekstrim pada tahun 2011, dampaknya sangat dirasakan oleh para petani padi sawah. Banyak lahan padi sawah yang gagal panen karena kekeringan, sehingga petani padi sawah banyaj yang mengalami kerugian.

Salah satu desa di wilayah kerja BPP Tanjungsari yang lahan sawahnya gagal panen akibat kekeringan adalah Desa Mekarsari Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang. Di desa ini pada triwulan empat tahun 2011 terjadi kekeringan lahan sawah, yang disebabkan kurangnya ketersediaan air irigasi. 

Untuk membantu petani padi sawah di desa Mekarsari yang lahan sawahnya kekeringan dan gagal panen, maka penyuluh pertanian setempat yang berkoordinasi dengan UPTD Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Wilayah Tanjungsari melaporkan data kekeringan ke Dinas Pertanian Kabupaten Sumedang. Pada akhirnya para petani yang mengalami gagal panen mendapat bantuan uang pengganti biaya usahatani padi sawah dari Kementrian Pertanian. Pencairan uang penggantian biaya usahatani tersebut dilakukan pada bulan Desember 2011  melalui rekening kelompok tani Sawahlega Desa Mekarsari.

Selanjutnya guna memanfaatkan dana yang diperoleh kelompok, maka pengurus kelompok mengadakan musyawarah dengan anggota kelompok umtuk membahas mengenai rencana penggunaan dana bantuan dari Kementan tersebut. Kegiatan musyawarah kelompok tersebut menghasilkan suatu kesepakatan bahwa dana bantuan akan digunakan memperbaiki saluran irigasi yang rusak, sehingga air irigasi dapat mengairi lahan sawah yang kekeringan.

Pelaksanaan pembangunan saluran irigasi dilakukan dengan tenaga kerja swadaya dari anggota kelompok tani, yang dimonitoring oleh penyuluh pertanian Desa Mekarsari. Dengan adanya kegiatan pembangunan saluran irigasi ini, maka diharapkan pada musim kemarau lahan persawahan di Desa Mekarsari tidak ada yang kekeringan lagi

Pelaksanaan Sekolah Lapang Padi Gogo di Desa Pasigaran

Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan serta mensukseskan program Peningkatan Beras Nasional  (P2BN), maka berbagai kegiatan di laksanakan di tingkat petani/kelompok tani baik dengan bantuan pendanaan dari pemerintah maupun swadaya petani. Kegiatan-kegiatan guna mendukung program tersebut diantaranya sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu (SLPTT) padi sawah dan padi gogo.

Bila dievaluasi, maka jumlah unit lokasi kegiatan SLPTT padi sawah lebih banyak dari SLPTT padi gogo. Hal ini dikarenakan oleh luas lahan padi sawah yang lebih banyak dari luas lahan padi gogo. Faktor yang lainnya karena produkstifitas padi gogo lebih rendah dari produktifitas padi sawah.

Salah satu kelompok tani binaan penyuluh pertanian BPP Tanjungsari yang kini sedang melaksanakan SLPTT padi gogo adalah kelompok Subur Tani, yang berlokasi di Desa Pasigaran Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang dengan penyuluh pertanian Ibu Popi Marlianti, A.Md. Pelaksanaan SLPTT padi gogo di kelompok tani ini telah berjalan sebanyak 10  pertemuan. Adapun materi yang disampaikan mengenai budidaya tanaman padi gogo berdasarkan konsep Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) yang terdiri dari :

1. Varietas unggul baru (VUB)

2. Benih bermutu dan berlabel

3. Pemupukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan status hara tanah

4. Pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman)

5. Pengaturan populasi tanaman

6. Panen

7. Tindakan Konservasi Tanah


Dana  pelaksanaan SLPTT padi gogo ini berasal APBN, khususnya dari program SLPTT Padi Gogo Kementrian Pertanian Tahun anggaran 2011 melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sumedang. 

Semoga dengan adanya kegiatan sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu (SLPTT) padi sawah di Desa Pasigaran khususnya dan di wilayah BPP Tanjungsari pada umumnya, dapat meningkatkan produktifitas tanaman padi padi gogo sehingga program P2BN dapat tercapai.

Beras Organik MADE IN Gapoktan Margajaya

Pertanian organik pada tanaman pangan khususnya pada tanaman padi kini mulai digemari oleh petani. Selain biaya produksi yang lebih murah daripada cara pertanian non organik, produk yang dihasilkan berupa beras lebih aman bagi kesehatan serta lebih tinggi harga jualnya.

Salah satu Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang telah melaksanakan pertanian organik di Wilayah BPP Tanjungsari adalah Gapoktan Margajaya yang beralamat di Desa Margajaya Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang. Gapoktan ini kini baru mengusahakan pertanian organik padi sawah seluas 7 hektar dengan produktiftas rata-rata 59,31 kuintal per hektar. 

Pemasaran beras organik dari Gapoktan Margajaya dilakukan ke Pasar Tanjungsari dan keluar Kecamatan Tanjungsari, dalam hal ini ke wilayah Kota Bandung. Harga jual beras organik di tingkat gapoktan sebesar Rp. 10.000 - Rp. 11.000,- per kilogram.

Salah satu faktor yang mendukung Gapoktan Margajaya untuk mengusahakan pertanian padi organik adalah karena gapoktan ini mampu memproduksi pupuk organik sendiri tanpa harus membeli. Proses pembuatan pupuk organik, dilakukan di rumah APPO (Alat Pengolah Pupuk Organik) yang dimiliki gapoktan. Rumah APPO diperoleh dari bantuan program GEMAR (Gerakan Multi Agribisnis) dari Pemerintah Propinsi Jawa Barat tahun 2010/2011.

Semoga kegiatan usahatani pertanian organik padi sawah oleh Gapoktan Margajaya dapat di tiru dan diikuti oleh gapoktan-gapoktan yang lainnya di wilayah kerja BPP Tanjungsari Kabupaten Sumedang.




Posting by Nandang Sudrajat, SP

Pestisida Nabati

Pestisida alami adalah suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari alam, misalnya tumbuhan. Jenis pestisida ini mudah terurai (biodegradable) di alam, sehingga tidak mencemarkan lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan ternak, karena residunya akan terurai dan mudah hilang.
 Pestisida nabati dapat membunuh atau mengganggu serangan hama dan penyakit melalui cara kerja yang unik, yaitu dapat melalui perpaduan berbagai cara atau secara tunggal. Cara kerja pestisida nabati sangat spesifik, yaitu :

Pestisida dari Batang Tembakau


Tembakau umumnya dikenal sebagai bahan baku rokok. Belum banyak yang mengetahui bahwa batang tembakau dapat dimanfaatkan sebagai pestisida dan bahan kompos. Padahal limbah batang tembakau setelah panen cukup melimpah. Sebagian Kelompok – kelompok di wilayah BPP Tanjungsari Kabupaten Sumedang, berinisiatif memanfaatkan limbah tersebut untuk  mengatasi hama yang menyerang tanaman sayuran. Dengan bimbingan penyuluh pertanian, para kelompok bat membuat ekstrak batang tembakau.

Sekolah Lapang P2KP

Untuk mendorong terwujudnya pola konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang  dan aman ( B2SA) melalui  Gerakan Percepatan Penganekaragana Konsumsi Pangan ( P2KP), maka pemerintah melalui Badan Ketahanan Pangan Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP4K) Kabupaten Sumedang menurunkan program Sekolah Lapang Percepatan Penganekaragana Konsumsi Pangan ( SL-P2KP). Salah satu lokasi pelaksanaan SL-P2KP adalah di Wilayah BPP Tanjungsari, yaitu di Desa Margaluyu dan Desa Cinanjung Kecamatan Tanjungsari.

Pengolahan Tembakau Mole Cara Petani Di Kecamatan Tanjungsari dan Sukasari

Kecamatan Sukasari dan Kecamatan Tanjungsari merupakan sentra penghasil tembakau mole di Kabupaten Sumedang yang sudah terkenal ke berbagai wilayah. Produk tembakau mole yang dihasilkan dari kedua kecamatan tersebut memiliki kualitas yang baik, sehingga diminati oleh pasar baik pasar lokal maupun nasional.
Mayoritas masyarakat dari dua kecamatan tersebut, terutama masyarakat yang tinggal di desa Pasigaran, Kadakajaya, Cijambu, Sukasari, Banyuresmi, Genteng dan Nanggerang bermata pencaharian sebagai pengolah daun tembakau menjadi tembakau mole selain

Yuk, Mulai Makan Nasi Merah!

Ingin memulai hidup lebih sehat? Cobalah mulai memasukkan aneka sumber nutrisi sehat seperti gandum atau biji-bijian. Nasi merah, nasi hitam atau roti gandum bukan hanya mengenyangkan tetapi bisa juga membuat tubuh lebih sehat!
Beberapa tahun terakhir ini gandum dan beras merah menjadi primadona bagi mereka yang melakukan program diet. Karena gandum mengandung serat yang tinggi, kaya mineral, dan  vitamin. Tak heran jika gandum termasuk 'superfood' yang bisa mengurangi resiko penyakit jantung, diabetes, hingga kanker.

Sayuran Organik vs. Sayuran Konvensional


Betulkah bahan pangan organik lebih bergizi? Beberapa penelitian memang membuktikan bahwa makanan yang dihasilkan dari pengolahan secara alami memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi dari produk makanan yang dihasilkan melalui pertanian yang menggunakan bahan kimia. Maraknya produksi makanan organik akhir-akhir ini memang terdorong oleh konsumen yang sadar akan hal tersebut. Apa saja nilai plusnya?

Pasca panen dan Manfaat Tomat

Tanaman tomat (Lycopersicon esculentum Mill) merupakan salah satu bagian tanaman hortikultura yang strategis dan tergolong sayuran kedua terbesar setelah kentang. Karena iklim Indonesia yang cocok untuk budidaya tomat maka tomat mudah dijangkau semua lapisan masyarakat (Cahyono, 1998). Di Indonesia penamaan tomat yang lebih dikenal adalah penamaan dagang, antara lain tomat ceri, tomat apel, tomat kentang, dan tomat keriting (Setiawan, 1994). Buah tomat mempunyai peranan penting dalam pemenuhan gizi masyarakat. Komposisi zat gizi yang terkandung di dalamnya cukup lengkap. Vitamin A dan C merupakan zat gizi yang jumlahnya cukup menonjol dalam buah tomat. Vitamin A yang terdapat dalam buah tomat adalah likopen yang ditemukan dalam jumlah paling banyak. Pada tomat yang masih segar jumlah likopen sebesar 3,1-7,7 mg/100g (Tonucci et. al.,1995). Vitamin C dapat berbentuk sebagai asam L-askorbat dan asam L-dehidroaskorbat yang keduanya mempunyai keaktifan sebagai vitamin C (Jungs and Wells, 1997).

Bagaimana Agar Petani Tidak Miskin???...

Petani Indonesia miskin, bukan karena harga pupuk naik; juga bukan karena pemerintah mengimpor beras. Mengaitkan kenaikan harga pupuk dan impor beras dengan kemiskinan petani adalah sebuah pernyataan politik.
Pernyataan demikian justru akan menyembunyikan permasalahan pokok, yang selama ini telah mengakibatkan petani tetap miskin. Petani kita, terutama petani padi, tetap miskin karena dua isu pokok. Mereka tidak terorganisasi dengan baik dan sekaligus tidak punya database padi.

BUDIDAYA JAHE

Jahe merupakan salah satu komoditas ekspor rempah-rempah Indonesia, disamping itu juga menjadi bahan baku obat tradisional maupun fitofarmaka, yang memberikan peranan cukup berarti dalam penyerapan tenaga kerja dan penerimaan devisa negara. Sebagai komoditas ekspor dikemas berupa jahe segar, asinan (jahe putih besar), jahe kering (jahe putih besar, kecil dan jahe merah), maupun minyak atsiri dari jahe putih kecil (jahe emprit) dan jahe merah. Volume permintaannya terus meningkat seiring dengan permintaan produk jahe dunia serta makin berkembangnya industri makanan dan minuman di dalam negeri yang menggunakan bahan baku jahe. Pada tahun 1998, ekspor jahe Indonesia mencapai 32.807 ton dengan nilai nominal US $ 9.286.161. Tahun 2003 turun menjadi 7.470 ton dengan nilai US $ 3.930.317 karena mutu yang tidak memenuhi standar. Namun permintaan jahe mengalami peningkatan setiap tahun. Kondisi ini di Indonesia, direspon dengan makin berkembangnya areal penanaman dan munculnya berbagai produk jahe.

Analisis SWOT Usahatani Tembakau di Kecamatan Sukasari


Untuk melihat prospek komoditi tembakau dilakukan analisis SWOT terhadap komoditi tersebut. Hasil analisis SWOT pada usahatani tembakau di Kecamatan Sukasari adalah sebagai berikut :

PROSPEK SAYURAN ORGANIK

Sayuran organik mulai ramai dibicarakan sekitar 5 tahun yang lalu, pertanian organik semakin berkembang dengan meningkatnya permintaan masyarakat akan produk ini. Konsumen kelas menengah ke atas merupakan target pasar dari usaha ini, alasan mereka memilihi sayuran organik adalah produk aman bagi kesehatan. Produk ini lebih sering ditemui di supermarket atau pada agen khusus produk pertanian organik,. Harganya sedikit lebih mahal dibandingkan sayuran pada umumnya.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites